Jumat, 20 Mei 2011

Dia dan kawanan

Dia dan kawanan yang setali
Celotehnya tak sederas kali
Tetap tetapi
Gamblangnya jarak antara langit bumi.

Dia dan kawanan
Yang dekat-dekat, melekat, menghapus sekat, menjerat erat Aku.

Dia dan kawanan
Pegang teguh satu peran
Berlaga jadi angin malam
Ketuk pintu diam-diam
Diri disembunyikan
Dari aku punya tatapan
Aku di setapak yang gelap
Do'a suci sedang dipanjatkan

Dia dan kawanan ikut mandi
Di keruhnya kubangan air depan pintu
Sambil bermantra yang mirip nasehat debu
Ba.. Bi.. Bu..
Meliku Melimu Meli kita kita goda-goda
Beri do'a gado-gado
Beri nasehat jelmaan mantra
Kabul sedagu
Tak sampai salam ke telingaku.

Melawan Revolusi

Dimana-mana
Kapan saja
Dan apapun kata takdir
Kita diincar mesin pengubah pola pikir


"Jangan hanya mimpi yang kau ukir! Itu akan sia-sia berakhir!"


Toh, ujungnya bakal keluh kesah yang mengalir
Dari kepala hingga lahir di bibir


Berkali-kali mendesak dalam pasrah
Bahkan menyerah
Tapi melawan revolusi ini juga salah

Mundur mudah
Tinggal berlaga lemah
Tapi kau tahu betul
Angin kosonglah yang kan terunduh
Hasih kerja keras tanpa peluh

Nihil kita dapat pulang dari luar
Meoimba di sumur kering
Dan berladang di tanah gersang


Revolusi... Teori sehari-hari...

Bumiku...

Bumiku....
Mengapa kau lingkari suatu arti
Yang pengelana itu tak pikirkan sama sekali
Matang buah dari pohon yang rindang ini
Bukan berarti
Kujatuhkan sia-sia akibat gravitasi
Karna ranting-ranting di hati
Telah tumbuhkan harga mati yang terlindungi


Bumiku....
Percayakah kau pada gelombang samudra yang menyapu
Menyapu percaya di pantaimu
Rasa asinnya makin memerihkan lukamu


Bumiku....
Sanggupkah kau membunuh kupu-kupu indah di awang-awang
Dengan serbuan biar hilang


Bumiku....
Percayalah
Sang pengelanapun takkan sakiti jerih payahmu
Jerih payahmu lahirkan aku
Ia buta
Ia buta
Sedikit saja
Kuhembuskan angin sejuk untuknya
Dalan perjalanannya di siang yang membawa lara


Percayalah

Slawi, 20 Mei 2011

Senin, 16 Mei 2011

Clock

Istiso Likhamelia

Minggu, 15 Mei 2011

Knowladge

Devinition of Virus Computer
What is Phi
Internet History

Puisi Kami

Selamat Datang Cinta
Dia dan Kawanan
Surat Buat Kekasih
Hai Orang Asing
Ada Waktunya Bicara
DIA
Bukan Sekeda Retorika, Delapan Dua
Disconnected
Apa Lagi
Yang Kulewatkan

Internet History


The Internet has been around for much longer than most people think, with its roots able to be traced back to the 1960s. This web site will give you an insight into the background and development of the medium. You’ll find information on its rapid growth, the fierce competition generated and the major players involved. Clear goals have driven some, whilst others have become household names almost by accident. Find fascinating facts on a phenomenon that has changed communication to an extent which was previously totally unimaginable.


1960s: Advent of packet-switching network heralds birth of Internet

1968: US Advanced Research Projects Agency (ARPA) furthers packet-switching development

1970s: ARPA introduces network for defence and develops e-mail. US universities join network

1973: First intercontinental network connection as University College of London joins network

1975: Bill Gates creates Microsoft as PC sales grow

1979: USENET is developed, pushing Internet’s rapid expansion

1985: Forerunner of America Online (AOL) is launched by Steve Case

1990: Tim Berners-Lee develops Internet computer language and address system

1991: WorldWideWeb browser and server software made available by Tim Berners-Lee

1993: Mosaic, the first properly developed web-browser, takes Internet by storm

1994: First World Wide Web Consortium conference held

1995: Amazon launched by Jeff Bezos

1995: eBay basis set by Pierre Omidyar

1995: Yahoo launched by David Filo and Jerry Yang

1998: Google opens its doors

1998: ICANN, the Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, is born

2004: Google stock market launch 
2005: Google invests US$ 1 billion for 5% stake in Time Warner’s AOL

2006: Number of websites tops the 100,000,000 mark

2007: Launch of Windows Vista

2008: Bill Gates retires. Launch of Google Chrome

Sabtu, 07 Mei 2011

What is pi ()? Who first used pi? How do you find its value? What is it for? How many digits is it?

By definition, pi is the ratio of the circumference of a circle to its diameter. Pi is always the same number, no matter which circle you use to compute it.
For the sake of usefulness people often need to approximate pi. For many purposes you can use 3.14159, which is really pretty good, but if you want a better approximation you can use a computer to get it. Here's pi to many more digits: 3.14159265358979323846.
The area of a circle is pi times the square of the length of the radius, or "pi r squared":

A = pi*r^2

What's the value of 22/7?

ICT Assigment - Definition of virus computer


1. Viruses, worms and other malicious software cost consumers billions of dollars annually. A virus is a program that infects computer files to harm the computer or to steal data. A worm has similar effects as a virus but it is a self-contained program that does not infect other files. New viruses and worms that affect personal computers are released on a daily basis.

2. Virus is a program that replicates.  In other words, it spreads from file to file on your system and from PC to PC.  In addition, it may be programmed to erase or damage data.

3. A computer virus is a small program written to alter the way a computer operates, without the permission or knowledge of the user.

Rabu, 20 April 2011

Yang Kulewatkan

Telah dilewatkan rumput di tanah lapang yang meredam suara dendam, telah direkam gambaran dinding pengitar tanah lapang pula yang menggemakan celoteh alam. Gelegar petir meski tak ada yang menyindir, laguan hati rasanya getir, tiada se-tetes pun air hujan dari fajar kemarin, terserap jiwa menawarkan. Awan putih tertangkap oleh mataku merah. Tiada yang marah, gemetar dag dig dug disini kedigjayaan sempurna jadi lemah pasrah. Atau secepat hitungan mundur tiga dua satu. Membuat kaki berlari kemana letaknya pasti? Dimana saja kusinggahi sesal benar maaf kulakukan, imanku belum matang.Aku tak bela siapa-siapa, aku sayang semua.Lantai 2 Mutiara Cahaya, Slawi, 5 Jan 2011

Apa Lagi

Hendak apa lagi?
Mau dustai langkahku yang sudah kosong-kosong untuk merampas secercah harapan yang tinggal tersemat di jejak ini?

Perjalanan juga kosong

Hendak dimana lagi kurebahkan badan berbalut beban,
mustahil sekali terus-terus di jalan angin yang tlah terlukaApa lagi?
Apa lagi?
Kenapa aku yang dicecar tanya,
Kenapa aku yang dijejali timpalnya.
Kubukan pelaku, cuma saksi dari dua bola mata yang terluka melihat tingkahmu.

Disconnected

Di jam akhir-akhir tadiaku coba bermimpi
pada jalan dan alur yang lain
Meski sangsi.

Haha.
Jelas kudapat sanksi
berdiri satu kaki diatas janji mati sungguh-sungguh
yang hampir jatuh sebagian di sekian waktu
untung di bangunin lagi

Haha.
Mita,Maaf atas ke-disconnected-an ku.
Hampir nyasar kamu ya! :D

Bukan Sekedar Retorika, Delapan Dua

Waktu yang selalu kutunggu
dimasa tunasku untuk dapat kembali bertemu
dengan pengampu hariku yang masih lugu,
berdesir disekitar taman kupu-kupu,
di hatiku. Rona pertama,
delapan dua titik utama bahagia
yang penghuninya selalu bersedia menuntunku,
meski,
rambut satu dibelah tujuh pun harus dilalui.
segelintir, sekecil apapun bahagia
akan sama rata merasa. Rona kedua,
ketika sekelumit benalu
datang tumbuh mengganggu,
ber'istiwa sendiri-sendiri,
semuanya harus merasai mencoba konsekuen pada jalur
dimana semua ingin jadi satu berbaur. Apapun.
Kita mesti terikat erat
untuk satu tersungkup dengan kuat,
jangan biarkan sebutir pun nada indah
diam-diam lindap melumpuh dari utuh. Ayo! Berjuang bersama, cepat berkemas dari duka di 9 - 10 Februari 2011, serta berlanjut seterusnya. Harumkan sekolah kita dan bangsa!:@

DIA

Penuh dengan kekosong-kosongan nyawa
Sedang kau, jari, dan penamu menghembusi ruhnya
Kelentik-tajaman jiwa menyusun selaksa aksara di sana
Alam tulisan saja, tak nyata
tapi terang dan kegelap gulitaannya terasa.

Bertandang dipeluknya itu, kagum
Merasakan yang mati-mati jadi kisah hidup hidup
Seperti yang kudengar, ilalang ikut mengamini do'amu
Majas, rima, serta lainnya jadi penadah kosakata
Hasil kau curi dari suka duka hati

Salam

Ada Waktunya Bicara

aku melihat dalam remang dewi suci lamuni ombak dengan diam
gemuruhnya tak lebih mendebar dari degup jantungnya
perjalanannya terhenti di semenanjung harapan

kenapakah? tanya seorang bataraa
kuternoda amis garam bercampur keringat
padahal pagar nyawa kupasang dengan ruji, semisal semutpun tak dapat melewati

harapan menjadi kenangan
bahkan permaisuri langit tergoda fana
sedang diindahkan petuah sedikit saja
mana bisa kau sembunyikan anyir dari jenazah
kecuali kau menguburnya
atau kau hanyut bersama air mata

Hai Orang Asing

hai orang asing,
apakah kita pernah berjumpa dikedamaian senja?
atau saat pagi menuntun cahaya surya
mencipta bias warna yang jatuh di jendela

hai orang asing,
nyatakah benar wujudmu?
atau barangkali hanya igauan tidur kumelihat sinta
selingkuh mata sejurus kearahku
hingga tak sengaja jatuhkan jarum sanggul rambutnya

hai orang asing,
dapatkah kau lagi menjelma dalam lelap perjalanan?
sudikah kau melepas tabir gaib
yang menutupi kilau sorga dimuka wajah

hai orang asing,
bolehkah aku sekedar tahu alamat singgahmu
mungkin aku bisa mengirimkan sepiring
spagheti untukmu

SURAT BUAT KEKASIH

maaf aku tak menuliskan salam pembuka layaknya surat cinta atau alamat penerima sperti surat dinas
kutakingin terlalu formal kau menanggapi rasa yang ingin aku bagi
lewat huruf yang kususun menyerupai warna ungu
dan kutunggangkan diatas pelepah kayu tipis

sebenarnya hanya satu kata dalam satu rasa yang ingin selalu kau tahu
tentang bagaimana aku resah mengingat masa tawa yang kemudian dibanjiri air mata
tentang siapa saja yang terluka melihat kita bergandeng mesra
lalu bagaimana cara mereka memperlakukan hatiku dengan menyakitimu

cinta, aku tak lagi mampu menyebut nama lain selainmu
bila saja waktu adalah pedang, kutikamkan dalam jantungku agar berhenti detak suaranya
karena namamu berdenyut seirama, sedang suaramu terdengar di kejauhan telinga, dan nafasku mencium aroma minyak wangimu. yang selalu kau taburkan dijeda mandi-berbajumu

maaf, kupun tak mampu tuliskan salam penutup
karena memang ku tak ingin menutup mata, hingga lelap membuai
dan kau hadir lagi, menyiksa rindu yang mencandu

Selasa, 12 April 2011

Selamat Datang Cinta

telah tertabur bunga di atas hamparan pasir waktu
di tengah tengah samudra usia. kala surya berankjak meradu
apakah mawar. apakah melati. keduanya sama mewangi
karena lahir dari tanah yang sama. sama - sama benih di hati

dinda, begitu aku menyebutnya. kala mulai kusemai dan ia bernas
tangkai mudanya menyeruak di dinginnya pagi. saat langit tembaga muda
dan bilangan angka tak cukup untuk menghitung do'a
darinya untukku. dan dariku untuknya

selamat datang cinta. ini adalah dunia kita
dimana raut dan harta bukanlah prioritas utama
maka sudilah kiranaya. kau bersama - sama
merawat anak fajar kita
yang katamu. telah usai ku buahi. dan terlahir dari rahimmu

salam
cinta
|aku hanyalah buliran dihamparan pasir. tersapu ombak, tertiup angin pantai. dan kau adalah penguatku. walau tak sekokoh karang. kau mampu buatku berarti|CAMELIA FA|www.sajaksepasang.blogspot.com|