Bumiku....
Mengapa kau lingkari suatu arti
Yang pengelana itu tak pikirkan sama sekali
Matang buah dari pohon yang rindang ini
Bukan berarti
Kujatuhkan sia-sia akibat gravitasi
Karna ranting-ranting di hati
Telah tumbuhkan harga mati yang terlindungi
Bumiku....
Percayakah kau pada gelombang samudra yang menyapu
Menyapu percaya di pantaimu
Rasa asinnya makin memerihkan lukamu
Bumiku....
Sanggupkah kau membunuh kupu-kupu indah di awang-awang
Dengan serbuan biar hilang
Bumiku....
Percayalah
Sang pengelanapun takkan sakiti jerih payahmu
Jerih payahmu lahirkan aku
Ia buta
Ia buta
Sedikit saja
Kuhembuskan angin sejuk untuknya
Dalan perjalanannya di siang yang membawa lara
Percayalah
Slawi, 20 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar