Jumat, 20 Mei 2011

Bumiku...

Bumiku....
Mengapa kau lingkari suatu arti
Yang pengelana itu tak pikirkan sama sekali
Matang buah dari pohon yang rindang ini
Bukan berarti
Kujatuhkan sia-sia akibat gravitasi
Karna ranting-ranting di hati
Telah tumbuhkan harga mati yang terlindungi


Bumiku....
Percayakah kau pada gelombang samudra yang menyapu
Menyapu percaya di pantaimu
Rasa asinnya makin memerihkan lukamu


Bumiku....
Sanggupkah kau membunuh kupu-kupu indah di awang-awang
Dengan serbuan biar hilang


Bumiku....
Percayalah
Sang pengelanapun takkan sakiti jerih payahmu
Jerih payahmu lahirkan aku
Ia buta
Ia buta
Sedikit saja
Kuhembuskan angin sejuk untuknya
Dalan perjalanannya di siang yang membawa lara


Percayalah

Slawi, 20 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

|aku hanyalah buliran dihamparan pasir. tersapu ombak, tertiup angin pantai. dan kau adalah penguatku. walau tak sekokoh karang. kau mampu buatku berarti|CAMELIA FA|www.sajaksepasang.blogspot.com|