Penuh dengan kekosong-kosongan nyawa
Sedang kau, jari, dan penamu menghembusi ruhnya
Kelentik-tajaman jiwa menyusun selaksa aksara di sana
Alam tulisan saja, tak nyata
tapi terang dan kegelap gulitaannya terasa.
Bertandang dipeluknya itu, kagum
Merasakan yang mati-mati jadi kisah hidup hidup
Seperti yang kudengar, ilalang ikut mengamini do'amu
Majas, rima, serta lainnya jadi penadah kosakata
Hasil kau curi dari suka duka hati
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar