Rabu, 20 April 2011

DIA

Penuh dengan kekosong-kosongan nyawa
Sedang kau, jari, dan penamu menghembusi ruhnya
Kelentik-tajaman jiwa menyusun selaksa aksara di sana
Alam tulisan saja, tak nyata
tapi terang dan kegelap gulitaannya terasa.

Bertandang dipeluknya itu, kagum
Merasakan yang mati-mati jadi kisah hidup hidup
Seperti yang kudengar, ilalang ikut mengamini do'amu
Majas, rima, serta lainnya jadi penadah kosakata
Hasil kau curi dari suka duka hati

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

|aku hanyalah buliran dihamparan pasir. tersapu ombak, tertiup angin pantai. dan kau adalah penguatku. walau tak sekokoh karang. kau mampu buatku berarti|CAMELIA FA|www.sajaksepasang.blogspot.com|