Rabu, 20 April 2011

Yang Kulewatkan

Telah dilewatkan rumput di tanah lapang yang meredam suara dendam, telah direkam gambaran dinding pengitar tanah lapang pula yang menggemakan celoteh alam. Gelegar petir meski tak ada yang menyindir, laguan hati rasanya getir, tiada se-tetes pun air hujan dari fajar kemarin, terserap jiwa menawarkan. Awan putih tertangkap oleh mataku merah. Tiada yang marah, gemetar dag dig dug disini kedigjayaan sempurna jadi lemah pasrah. Atau secepat hitungan mundur tiga dua satu. Membuat kaki berlari kemana letaknya pasti? Dimana saja kusinggahi sesal benar maaf kulakukan, imanku belum matang.Aku tak bela siapa-siapa, aku sayang semua.Lantai 2 Mutiara Cahaya, Slawi, 5 Jan 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

|aku hanyalah buliran dihamparan pasir. tersapu ombak, tertiup angin pantai. dan kau adalah penguatku. walau tak sekokoh karang. kau mampu buatku berarti|CAMELIA FA|www.sajaksepasang.blogspot.com|